Wednesday, November 7, 2012

Jilbab Vs Kerudung

Beberapa waktu yang lalu gue ketemu sebuah pengalaman yang agak unik, dan seperti biasanya kadang pengalaman atau hal yang baru kita temui bisa menggelitik naluri atau fitrah kita sebagai mahluk berakal untuk sedikit berpikir. Dan itu pula yang gue lakukan setelah mengalami kejadian tersebut, menggunakan logika gue untuk sekadar menganalisis hal yang gue alami. Tapi ini murni buah pikiran gue doang sih, ga maksud buat nyudutin atau mendiskreditkan pihak-pihak tertentu, intinya mah no offense..hehe


Jadi, beberapa waktu yang lalu tuh gue lagi ngambil duit di ATM, pas udah selesai dan beranjak keluar gue liat orang-orang yang lagi antri. Semua yang antri waktu itu  berjenis kelamin perempuan (ga bisa gue pastikan banget sih, cuma liat doang ga diapa-apain.hehe), so far ga ada yang aneh kan? Nah, yang menggelitik pikiran gue itu yang antri beda tampilan semua, yang paling depan perempuan dengan style yang umum yaitu jeans+kaos, yang kedua itu perempuan berkerudung ala moderat yang pake kerudung+kaos+jeans, dan yang terakhir seorang akhwat, yang menurut gue berdasarkan pengetahuan gue sejauh ini, berhijab syar’i atau gue lebih suka menyebutnya berjilbab aja. Btw, kenapa gue membedakan penyebutan antara yang, menurut gue, berhijab syar’i (berjilbab) dan berkerudung? Nanti gue jelasin pelan-pelan ya. Pas ngeliat ketiga orang itu gue amaze aja, unik banget bisa ketemu 3 cara berpakaian berbeda di sebuah tempat yang sama, yang akhirnya bikin gue mikir gimana sih seorang perempuan (khususnya perempuan muslim) seharusnya berpenampilan?



Dari sumber atau pedoman hidup umat Islam, yaitu Al Qur’an dan Hadist yang gue dapet, salah satunya yang udah gue sebutin di atas, seorang perempuan itu harusnya sih berhijab. Tapi hijab yang kaya gimana dan seperti apa yang bener? Apa cukup berkerudung dan menutup aurat? Atau mungkin harus pake cadar? Ini yang masih banyak “beda” implementasinya.


Kalo gue sih, dengan pengetahuan gue sejauh ini, membedakan antara orang berhijab dan berkerudung secara simpel aja pake 4 indikator yang gue bikin sendiri. 4 indikator ini murni pandangan dan opini gue aja yang terbentuk dari berbagai pengetahuan dan pemahaman gue soal hijab sejauh ini, indikatornya tuh:

1. Menutup aurat

Menutup aurat itu prinsip paling dasar bagi cara berpenampilan seorang muslim, baik lelaki maupun perempuan, soalnya aurat emang ga boleh diperlihatkan ke sembarangan orang. Biasanya ga terlalu kentara perbedaan antara yang berkerudung dan berjilbab dalam indikator ini, yang sering kelewat adalah apa aja sih yang termasuk aurat perempuan dan harus ditutupi itu? Sejauh pemahaman gue, aurat bagi perempuan adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan, jadi perempuan dapat dikatakan menutup seluruh auratnya ketika cuma muka dan telapak tangan doang yang bisa keliatan. Ini juga berarti kaki harus tertutup loh, jangan dibiarin “telanjang”, mungkin bisa pake kaos kaki atau sepatu yang tertutup. Dan jangan sampe kelupaan buat pake baju yang lengan panjangnya ga pas banget sama panjang tangan, soalnya gampang ketarik dan bikin bagian tangan jadi ga ketutupin. Kalo soal cadar atau penutupan wajah sih gue masih belom tau pasti, dari beberapa literatur yang gue baca ada yang berpendapat itu sunnah, bahkan wajib, ya gue sih meyakininya wajah bukan bagian aurat jadi ga ditutup pun ga masalah.:)

 "Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam Neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya." -HR. Bukhari & Muslim.-


2. Menyamarkan lekuk tubuh

Nah, ini yang membedakan “kegiatan” menutup aurat tadi antara yang berkerudung dengan yang berjilbab. Buat gue, perempuan paling gampang dibedain antara berkerudung dan berjilbab dari sini. Menutup aurat hampir dilakukan oleh semua perempuan berkerudung dan berjilbab, tapi apa yang bikin penutupan aurat ini membuat gue bisa menilai itu kerudung doang atau jilbab syar’i, jawabannya adalah lekuk tubuh yang tersamar. Terkadang atau bahkan mungkin seringnya perempuan yang berkerudung memakai celana jeans yang cenderung ketat atau legging yang bahkan lebih ketat lagi dan melekat erat di kulit dan lekukan kakinya, ditambah kaos atau baju yang terkadang juga ketat banget atau ngepas badan sehingga kalo duduk ga jarang bagian belakangnya keliatan, bahkan pernah juga gue nemuin perempuan kerudungan yang pake baju bahan chiffon, dan  terakhir kerudung tentunya. Dengan pakaian kaya gitu, lekuk tubuh ga mungkin tersamar dong, bahkan mungkin tercetak jelas. Dan lekuk yang biasanya kelupaan juga buat disamarin adalah lekukan di bagian dada, karena seperti kita tau bagian dada perempuan emang berlekuk kan dan di Q.S. An Nur ayat 31 juga disebutin kalo perempuan itu harus menggunakan penutup dari kepala hingga menutupi bagian dada.



“Katakanlah kepada wanita yang beriman… … …. Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung kepalanya sampai kedadanya.....” -Q.S. An Nur ayat 31-



Syaithan bertemu dan berkata pada Rasulullah, “.......... Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.......” -dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas-



Nah, ini yang gue perhatiin jarang ketutupan/ditutupin sama kerudungnya perempuan berkerudung biasa.

Jadi harus gimana dong? Menurut gue sih, hijab perempuan ya emang harus menyamarkan lekuk tubuhnya, jadi kalo diliat sama orang lain ga keliatan gimana lekukan tubuhnya secara jelas. Dengan kata lain, mau ga mau perempuan mesti minimal pake rok biar lekukan kaki ga keliatan, pake baju yang ga ngepas di badan biar lekukan pinggang atau bahkan mungkin tangan tersamarkan, dan yang paling penting pake jilbab yang panjang sampe menutup bagian dadanya. Jilbab yang modelnya biasa orang-orang sebut sebagai jilbab panjang atau kaya istilah temen gue yang bilang itu sebagai jilbab sombrero. Hahahahaha. Jadi udah mulai keliatan kan bedanya berkerudung dan berjilbab menurut gue?^^


3. Menghilangkan hawa nafsu bagi yang memandangnya

Indikator ini nyambung banget sama indikator sebelumnya, boleh dibilang ini salah satu efek juga sih dari tersamarnya lekuk tubuh. Karena kalo lekuk tubuh perempuan keliatan atau bahkan tercetak jelas, tentu aja akan bikin cowok-cowok ngeliatin terus dan bukan hal yang mustahil buat timbul nafsu dan khayalan-khayalan tertentu. Terutama ketika bagian dada dan pinggulnya terekspos dengan bebas, karena ga munafik buat cowok itu adalah salah satu bagian yang memiliki daya tarik seksual. Kalo lekukan bagian dada dan pinggulnya terlihat jelas, niscaya ga bakal diliat lagi perempuan itu berkerudung atau ngga, mungkin efek saking fokusnya liatin bagian-bagian itu kali ya?:p

Lain halnya kalo lekuk tubuh ga keliatan atau tersamarkan, tentu aja akan lebih melindungi perempuan dari kemungkinan timbulnya nafsu dan khayalan-khayalan cowok-cowok yang memandangnya. Gimana mau khayalin, bayangin aja gimana “kondisi” bagian yang tersamarkan dan tertutup itu tentu bakal susah. Gue pribadi ngerasain banget perbedaan 2 cara berpenampilan ini dalam menerbitkan hawa nafsu gue. Bohong banget kalo gue bilang ga timbul nafsu kalo liat perempuan yang pakaiannya menonjolkan lekuk tubuh, tapi ya yang penting bisa ngontrol diri aja dan mungkin mengalihkan pandangan ke lain arah. Dan emang buat gue pribadi, indikator ini terasa banget ketika liat perempuan yang berjilbab, tidak ada hawa nafsu ketika gue memandangnya, malah cenderung malu untuk memandangnya. Jadi yang satu gue mengalihkan pandangan sebagai upaya kontrol diri, kalo yang satu mengalihkan pandangan karena malu.:D


4. Membuat gue menunduk/mengalihkan pandangan karena ada perasaan malu ketika memandangnya

Kaya yang udah gue bilang sebelumnya, gue emang cenderung ga berani memandang lama-lama perempuan yang gue kategoriin sebagai perempuan berjilbab. Ya ternyata ini sesuai sama ajaran agama gue sih, dimana laki-laki emang harus sering menjaga pandangan. Dan cara paling gampang buat menjaga pandangan ya menunduk, ghodul bashor. Kadang gue merasa lucu aja, karena beberapa nilai dalam diri gue ternyata sesuai sama ajaran agama gue. Jadi sebenarnya beberapa hal yang gue lakuin itu kan pencerminan nilai yang gue yakinin dalam diri gue, dan hal-hal itu terkadang cocok dengan ajaran agama, jadi boleh dibilang gue lakuin itu bukan karena disuruh agama, karena emang beberapa gue lakuin sebelum gue mempelajari itu di agama, melainkan karena gue emang meyakini itu sebagai nilai dalam diri gue. Urusan nilai itu sesuai sama ajaran agama gue sih gue anggap sebagai bonus.hehe


Udah jelas kan kenapa gue membedakan penyebutan kerudung dan jilbab? Ya ini semua lagi-lagi cuma pandangan gue doang, mungkin ga semua orang bedain dan anggap sama itu sih terserah, tapi buat gue ya beda. Ya semoga aja pandangan gue ini bisa sedikit bermanfaat dan mencerahkan, atau bahkan mungkin ngebuat perempuan yang tadinya ga berjilbab atau berkerudung jadi berjilbab. Soalnya menurut gue berjilbab ga boleh nunggu-nunggu, kaya nunggu siap lah, nunggu hatinya dulu yang berjilbab, dll. Gue lebih percaya dan menganggap logis kalo hati akan siap dan menjadi lebih baik ketika lo berjilbab, karena menurut gue dengan berjilbab maka perempuan tentu cenderung menjaga tingkah lakunya, malu euy sama jilbab.hehe


Lantas, kenapa gue concern sama masalah ini? Karena menurut gue cowok-cowok emang ga boleh apatis sama isu-isu dan kebutuhan cewek-cewek. Mau gimana juga cowok itu punya minimal 4 cewek yang jadi tanggungannya kelak. Bukan, bukan 4 istri (ya biarpun ngarepnya gitu.:p) tapi ibu, sodara perempuan, istri, dan anak perempuan. Keempatnya bakal dipertanggungjawabin sama cowok buat dibina dan dijaga biar tetap di jalan yang sesuai agama. Gimana kita ngebina kalo kita ga tau ilmunya kan? Makanya ngebina diri dulu, baru ngebini, lanjut ngebina bini.hehe


"Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah." -HR. Muslim no. 1467-


Rasulullah bersabda, “Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab)." -HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, ibn Majah-



Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya sebilang ahli neraka adalah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya.” -HR. Bukhari & Muslim-


Wallahu'alam bisshawab..


No comments:

Post a Comment